Total Tayangan Halaman

Selasa, 23 November 2010

Kecantikan Alami Tidak Akan Pernah Terganti

Siapa yang tidak ingin cantik?
Jika pertanyaan ini ditanyakan kepada seluruh wanita di dunia, mereka akan mengatakan, “kami semua ingin cantik”.
Tahukah Anda, untuk menjadi cantik, seorang wanita rela merogoh koceknya dalam-dalam. Mereka bahkan rela makan seadanya agar bisa perawatan di salon mahal. Semua itu demi sebuah kecantikan.
Mengapa wanita ingin cantik?
Tentunya tak lepas dari kodrat wanita yang merupakan makhkuk ciptaan Tuhan yang paling indah, yang diciptakan di dunia ini untuk membuat dunia menjadi penuh warna. Katanya, seorang wanita yang terlihat cantik akan lebih percaya diri dibandingkan sebaliknya.
Seorang wanita yang cantik katanya juga akan dicintai oleh banyak pria, dibandingkan seorang wanita yang kurang menarik. Hal tersebut merupakan opini yang diciptakan oleh kaum wanita itu sendiri sehingga mereka berlomba-lomba untuk tampil cantik di hadapan pria.
Kecantikan seperti apakah yang sebenarnya dicari di dunia ini?
Terlepas dari segi fisik yang memang menarik, seorang wanita akan terlihat jauh lebih cantik daripada fisiknya yang memang sudah cantik dan indah, bila ia memiliki kecantikan alami.
Kecantikan alami, seperti apakah itu?
Kecantikan alami adalah kecantikan yang dimiliki oleh setiap wanita yang berasal dari dalam ruhnya. Ya, pada dasarnya setiap wanita yang ada di dunia ini cantik. Tidak ada satupun manusia yang diciptakan dengan kondisi yang memprihatinkan.
Bayangkan, untuk dapat menjadi zigot saja sebuah sperma harus mengalahkan jutaan sperma lainnya di dalam rahim. Itu artinya, sperma yang menjadi pemenang adalah yang paling kuat di antara yang lain. Dan itu tandanya, semua manusia di dunia ini tanpa terkecuali, diciptakan dengan sempurna.
Pancarkan kecantikan alami!
Meski semua wanita di dunia ini tercipta dalam keadaan yang cantik, namun ternyata tak semua wanita menyadarinya. Sebagian besar di antara mereka malah kurang bersyukur diciptakan dengan kondisi seperti apa adanya. Alhasil, berbagai macam cara yang notabene menyiksa diri sendiri pun dilakukan, seperti bedah plastik.
Tidak perlu membayar mahal untuk cantik!
Cantik tidak harus mahal. Tugas seorang wanita yang ingin terlihat cantik hanyalah memaksimalkan dan merawat aura kecantikan alami yang sudah ada sejak lahir di dalam dirinya. Caranya cukup mudah, yaitu:
1. Mandi minimal dua kali sehari.
2. Menjaga kebersihan kulit dan gigi.
3. Bagi muslimah, sering-seringlah berwudhu karena selain bisa menenangkan hati juga bisa memancarkan aura yang ada di dalam tubuh.
4. Makan makanan sehat, bukan junk food.
5. Banyak mengonsumsi air putih.
6. Berbuat baik kepada sesama.
Cantik tidak harus mahal. Cantik tidak harus dengan mengubah ciptaan Tuhan. Setiap wanita sudah tercipta dalam keadaan cantik. Oleh sebab itu, tugas seorang wanita adalah merawat kecantikan alami dan mensyukuri pemberian Tuhan kepadanya.

Sabtu, 06 November 2010

How do I add Reactions to my blog?

How do I add Reactions to my blog?

KETIKA POLITIK MERAMBAH DUNIA PESANTREN

Era reformasi yang bergulir hampir 12 tahun bagaikan siraman air yang sangat menyegarkan bagi individu atau kelompok yang selama masa masa orde baru terpasung oleh aturan aturan normatif yang dibuat penguasa.diantara hak yang terpasung adalah kebebasan berpendapat, bersekutu berekspresi dan kebebasan menentukan pilihan bagi mereka.
Ironisnya reformasi disikapi oleh mereka dengan cara cara yang justru tidak lebih baik dari masa orde baru, anarkisme, saling menghujat antara satu dengan yang lain dipertontonkan oleh mereka bagaikan orang-orang yang tak berbudaya.
Tingkah polah dan perkataan mereka tanpa kontrol sehingga tanpa mereka sadari memberikan preseden buruk terhadap generasi muda yang digadang gadang sebagai penerus pembangunan di negeri ini.
Orang orang atau kelompok yang mengklaim dirinya demokratis menginginkan perubahan yang mendasar dalam berbagai sendi kehidupan di Republik ini, satu diantaranya mereka dengan mendirikan Partai Politik yang mereka klaim sebagai wadah penyaluran aspirasi politik mereka.
Satu diantara yang terseret dalam arus reformasi adalah dunia Pesantren, dimana para Pengasuh Pesantren turun singgasana dalam rangka turut serta memperbaiki kondisi bangsa ini dengan cara mendirikan Partai Politik.
Ironisnya berkecimpungnya para Kiyai dan pimpinan Pesantren tanpa dibekali oleh pengetahuan politik yang memadai bahkan ada yang hanya mengandalkan kharismanya saja.
sementara kenyataan dilapangan sangat bertolak belakang dengan yang selama ini dihadapi oleh para kiyai dalam lingkup pesantren, dimana saat para kiyai menghadapi santri dan masyarakat mereka sendiko dawuh dan tak akan membantah apa kata dawuh kiyai.sedang dilapangan dengan latar pendidikan dan sosial yang berbeda-beda, para politikus berpetualang dengan segala cara demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.tanpa mengindahkan norma-norma sosial dan agama.
bahkan dengan mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa, yang dengan slogan " MEMBELA YANG BENAR "pun,para kiyai ditelikung dengan petualang politik, sampai muncul furqoh furqoh baru dari PKB seperti PKNU dll sebagai buntut dari kekecewaan para kiyai atas perilaku para petualang politik.
Yang lebih tragis lagi, para kiyai dengan keterbatasan SDM nya dengan mudahnya mengelurkan fatwa-fatwanya untuk ditukar dengan segebok rupiah atau janji jabatan dari petualang politik.tanpa memperdulikan dampak dari munculnya fatwa tersebut.
Dampak yang timbul dari fatwa tersebut antara lain :
1. Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap kiyai.
2. Jatuhnya wibawa kiyai dimata orang non muslim.
3. Merosotnya jumlah santri karena selalu ditinggal mengurus politik.
4. yang paling parah adanya kubu atau kelompok antar kiyai yang berujung pada perpecahan ummat.
melihat dari kenyataan tersebut alangkah baiknya jikalau :
1. Kiyai kembali ke pesantren dan mengurus moral santri dan masyarakat yang nantinya kelak mereka akan menggantikan tongkat kepemimpinan negeri ini disetiap bidang dan sendi kehidupan.
2. Kiyai tidak usah mengurusi politik,mengutip sebuah maqolah " idza wusida al-amru ila ghoiri ahlihi fantadzirissa'at" ketika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancurannya. serahkan urusan politik pada mereka yang punya kemampuan politik.
semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua. Amin